Cara Mudah Menentukan KBLI Untuk Bisnis

Sebelum mendirikan  perusahaan tentunya pelaku usaha sudah mempunyai gambaran tentang bidang usaha yang akan dijalankan. Bahkan tidak jarang pelaku usaha sudah menjalankan kegiatan bisnis, tetapi baru akan membuat dokumen legalitas untuk usaha yang dijalankan tersebut.

Dalam hal ini Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam menentukan jenis bidang usaha. BPS menyusun Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang berisi beragam bidang usaha yang dapat dipilih oleh para pelaku usaha.

Pengertian

KBLI adalah pengklasifikasian aktivitas/kegiatan ekonomi Indonesia yang menghasilkan produk/output, baik berupa barang maupun jasa, berdasarkan lapangan usaha untuk memberikan keseragaman konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan usaha dalam perkembangan dan pergeseran kegiatan ekonomi di Indonesia.

KBLI merupakan hal yang sangat penting yang harus diketahui ketika akan mendirikan perusahaan.Karena KBLI sendiri diartikan sebagai kode bidang usaha dari jenis kegiatan ekonomi yang dijalankan. Penentuan KBLI juga harus teliti karena terkait dengan dokumen perizinan perusahaan selanjutnya.

Dasar Hukum

Untuk memberikan keseragaman konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan usaha dalam perkembangan dan pergeseran kegiatan ekonomi di Indonesiq, maka Kepala BPS mengesahkan Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

Kategori KBLI 2020

KBLI sebagai panduan jenis kegiatan usaha/bisnis.KBLI yang sekarang digunakan yaitu KBLI 2020, diperbaharui pada September 2020, sesuai dengan Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Pembaharuan tersebut adalah penambahan 126 kode KBLI 5 digit dari KBLI 2017, sehingga total saat ini ada 1.790 kode KBLI.

Berikut ini adalah kategori KBLI berdasarkan garis besar atau kelompok aktivitas ekonomi di Indonesia. Pengelompokan ini menggunakan kode alphabet, dari huruf A sampai dengan U, total ada 21 kategori, yaitu :

A : Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

B : Pertambangan dan Penggalian

C : Industri Pengolahan

D : Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas Dan Udara Dingin

E : Treatment Air, Treatment Air Limbah, Treatment dan Pemulihan Material Sampah, dan Aktivitas Remediasi

F : Konstruksi

G : Perdagangan Besar Dan Eceran; Reparasi Dan Perawatan Mobil Dan Sepeda Motor

H : Pengangkutan dan Pergudangan

I : Penyediaan Akomodasi Dan Penyediaan Makan Minum

J : Informasi Dan Komunikasi

K : Aktivitas Keuangan dan Asuransi

L : Real Estat

M : Aktivitas Profesional, Ilmiah Dan Teknis

N : Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya

O : Administrasi Pemerintahan, Pertahanan Dan Jaminan Sosial Wajib

P : Pendidikan

Q : Aktivitas Kesehatan Manusia Dan Aktivitas Sosial

R : Kesenian, Hiburan Dan Rekreasi

S : Aktivitas Jasa Lainnya

T : Aktivitas Rumah Tangga Sebagai Pemberi Kerja; Aktivitas Yang Menghasilkan Barang Dan Jasa Oleh Rumah Tangga yang Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri

U : Aktivitas Badan Internasional Dan Badan Ekstra Internasional Lainnya

Apa Saja Fungsi KBLI?

KBLI memiliki fungsi utama yaitu sebagai berikut :

  1. Panduan penentuan atau alat identifikasi jenis kegiatan usaha/bisnis;
  2. Penentuan klasifikasi skala usaha;
  3. Acuan untuk memperoleh legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB);
  4. Menyajikan data statistik yang lengkap dan memiliki struktur yang tepat serta untuk menuhi kebutuhan perizinan berusaha dan investasi;
  5. Alat koordinasi, integrasi dan sinkronisasi penyelenggaraan statistik;
  6. Dasar penentu kualifikasi perizinan Penanaman modal/investasi, pengadaan barang dan jasa;
  7. Sebagai alat identifikasi bidang usaha untuk pendaftaran wajib pajak.

Langkah Menentukan KBLI

Kesalaham dalam menentukan KBLI akan berakibat fatal terhadap bisnis yan g dijalankan dan perizinan berusaha. Setiap KBLI memiliki ketentuan perizinan berusaha yang berbeda.

Sebelum mengetahui langkah pemilihan KBLI, ada baiknya mengenal pengkodean KBLI berikut ini :

1. Kategori

Kategori KBLI merupakan garis pokok penggolongan aktivitas ekonomi dengan kode alphabet 1 digit.

2. Golongan Pokok

Golongan pokok merupakan uraian lebih lanjut dari kategori. Dari setiap kategori dijabarkan menjadi satu atau lebih golongan pokok. Setiap golongan pokok memiliki kode 2 digit angka.

3. Golongan

Golongan yaitu uraian lebih lanjut dari golonga pokok. Kode golongan terdiri dari 3 digit angka. Kode 2 digit dan 1 digit tersebut saling berkaitan antara golongan pokok dengan golongan. Setiap golongan pokok dijabarkan menjadi 9 golongan.

4. Subgolongan

Subgolongan adalah uraian lebih lanjut dari cakupan aktivitas ekonomi dana satu golongan. Kode subgolongan terdiri atas 4 digit. Setiap golongan dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi 9 subgolongan.

5. Kelompok

Kelompok merupakan uraian lebih detail dari aktivitas yang dicakup dalam satu subgolongan menjadi beberapa aktivitas yang lebih spesifik berdasarkan kriteria tertentu. Setiap subgolongan dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi 9 kelompok.

Apabila kegiatan usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan ketentuan KBLI dalam yang tercantum dalam perizinan berusaha, maka perusahaan akan mendapat sanksi.

Untuk menghindari hal ini agar pelaku usaha dapat memilih KBLI secara tepat untuk kelangsungan bisnisnya, berikut ini adalah langkah untuk memilih KBLI yang bisa diikuti yaitu :

1. Menentukan jenis kategori

Penting bagi pelaku usaha untuk memahami jenis kategori bisnis yang dijalankan. Karena pemilihan jenis kategori ini sangat menetukan dalam melakukan pemilihan KBLI. Terdapat 21 jenis kategori bisnis atau kelompok besar bidang usaha.

2. Memilih kode KBLI

Setelah menentukan jenis kategori, proses pemilihan KBLI mengerucut pada pemilihan kategori turunannya yaitu dengan memilih kode KBLI. Pemilihan kode KBLI harus tepat yaitu dengan menggunakan kode 5 digit KBLI.

3. Menggunakan kode KBLI yang paling mendekati

Apabila tidak  menemukan kode KBLI yang sama persis dengan bidang usaha yan dijalankan,  pelaku ushaha dapat memilih KBLI yang paling mendekati dengan maksud dan tujuan dari kegiatan bisnisnya.

Contoh Pemilihan KBLI

Jika kamu menjalankan bidang kegiatan konstruksi, pembangunan hunian maka kamu harus memilih kode F yaitu kategori Konstruksi. Kemudian memilih kode KBLI 2 digit, yaitu 41 tentang konstruksi gedung.

Selanjutnya memilih KBLI 3 digit, yaitu 410 tentang Konstruksi Gedung. Lalu akan muncul  kode 4 digit tentang Konstruksi Gedung, dari kode 4 digit tersebut akan muncul pilihan lengkap kode 5 digit sesuai dengan spesifikasinya.

Ruang Lingkup KBLI

KBLI 2020 dengan kode 5 digit, masing-masing memiliki ruang lingkup yang memuat informasi tentang :

  1. Skala usaha;
  2. Luas lahan;
  3. Tingkat risiko;
  4. Perizinan berusaha yang wajib dipenuhi;
  5. Jangka waktu permohonan perizinan berusaha;
  6. Parameter tertentu;
  7. Kewenangan dari wilayah yang menangani perizinan berusaha tersebut.

Kesimpulan

Apabila kamu tidak menemukan KBLI yang spesifik dengan bisnis yang kamu  jalankan, maka sebaiknya menggunakan KBLI yang paling mendekati dengan bisnis kamu. Pastikan kamu sudah memilih KBLI yang tepat dengan usaha kamu.

Berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, NIB merupakan dokumen yang diterbitkan oleh Lembaga Online Single Submission (OSS). NIB sebagai identitas pelaku usaha, yang didapatkan setelah melakukan pendaftaran. Pelaku usaha juga dapat menggunakan NIB untuk mendapatkan izin usaha, izin komersial atau izin operasional.

KBLI 5 digit berlaku standar global, sehingga dengan penggunaan KBLI yang tepat akan memudahkan kita dalam berbisnis, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Jika ada pertanyaan bisa konsultasi langsung dengan tim konsultan yang siap untuk membantu dalam pengurusan yang kamu butuhkan. 

Hubungi :

0877-0322-2896

Email : ilslegalconsultant@gmail.com

Website : www.ilsconsultantlombok.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *